Magister KPI UIN KHAS Jember Buka Jalur RPL Tipe A, Kuliah S2 Cukup Satu Tahun
JEMBER - Transformasi pendidikan tinggi terus bergerak adaptif terhadap realitas profesional. Program Studi Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Pascasarjana Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember pada Semester Genap 2025/2026 resmi memperoleh Sertifikat Kelayakan Penyelenggaraan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tipe A dari Direktorat Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. Legalitas ini menjadi tonggak penting bahwa pengalaman profesional di bidang komunikasi Islam dapat dikonversi secara sah ke dalam sistem akademik magister.
RPL Tipe A bukan sekadar skema administratif, melainkan instrumen pengakuan kompetensi. Praktisi jurnalistik, pengelola media dakwah, penyiar radio dan televisi, humas lembaga, content strategist, hingga penyuluh agama kini memiliki jalur yang terstruktur untuk melanjutkan studi tanpa mengulang kompetensi yang telah dikuasai melalui praktik bertahun-tahun.
Portofolio karya, pengalaman kepemimpinan, publikasi, serta proyek komunikasi menjadi bagian dari proses asesmen akademik yang terukur dan akuntabel.
S2 KPI merancang jalur ini dengan mempertimbangkan karakter profesi komunikasi yang dinamis dan berbasis praktik. Model ini memberikan efisiensi waktu sekaligus menjaga kualitas capaian pembelajaran sesuai standar magister. Masa studi dapat ditempuh dalam dua semester melalui mekanisme rekognisi dan pemetaan kompetensi awal.
Menurut Kaprodi S2 KPI, Dr. Siti Raudlatul Jannah, S.Ag., M. Med.Kom., RPL menjadi respons terhadap perubahan lanskap komunikasi Islam di era digital.
"Tantangan disrupsi media, algoritma platform, dan transformasi dakwah berbasis teknologi menuntut penguatan kompetensi teoretik sekaligus legitimasi akademik. Gelar magister bukan hanya simbol akademik, tetapi representasi kedalaman analisis, kematangan metodologis, dan kapasitas riset dalam bidang komunikasi dan penyiaran Islam," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dengan dibukanya jalur RPL Tipe A ini, Pascasarjana UIN KHAS Jember menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, relevan, dan berbasis kebutuhan profesional.
"Pengalaman tidak lagi berdiri sendiri sebagai praktik lapangan, tetapi terintegrasi dalam kerangka keilmuan yang sistematis," pungkasnya.
Penulis: Laili Salimah



